Produk Layanan
Izin Usaha Obat Hewan
Dasar Hukum

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian

Persyaratan

  1. Permohonan izin usaha obat hewan dilakukan oleh badan usaha
  2. Izin importir, eksportir, dan produsen obat hewan
  3. Izin Usaha obat hewan diterbitkan berdasarkan Komitmen
  4. Hasil evaluasi dinotifikasi ke sistem OSS dan Izin Usaha obat hewan berlaku efektif setelah badan usaha dinyatakan memenuhi Komitmen berdasarkan hasil evaluasi

Prosedur

  1. pemohon menyampaikan permohonan Izin Usaha melalui OSS
  2. pemohon menyampaikan Komitmen memenuhi ketentuan persyaratan Izin Usaha obat hewan

    Komitmen untuk importir, eksportir, dan produsen obat hewan berisi kesanggupan menyampaikan:
    1. importir:
      1. rekomendasi dari kepala dinas daerah provinsi dan kabupaten/kota di tempat lokasi kantor pusat perusahaan yang bersangkutan apabila lokasi gudang dan kantor berada dalam satu provinsi;
      2. rekomendasi dari kepala dinas daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk importir yang menggunakan gudang di luar lokasi kantor pusat;
      3. rekomendasi dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pengurus Daerah setempat dan/atau Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pusat;
      4. pernyataan memiliki atau menguasai sarana/peralatan untuk
        melakukan kegiatanusahanya;
      5. pernyataan memiliki atau menguasai tempat penyimpanan obat
        hewan yang dapat menjamin terjaganya mutu; dan
      6. pernyataan mempunyai tenaga dokter hewan atau apoteker yang bekerja tetap sebagai penanggungjawab teknis.
    2. eksportir:
      1. rekomendasi dari kepala dinas daerah provinsi dan kabupaten/kota di tempat lokasi kantor pusat perusahaan yang bersangkutan apabila lokasi gudang dan kantor berada dalam satu provinsi;
      2. rekomendasi dari kepala dinas daerah propinsi dan kabupaten/kota;
      3. rekomendasi dari kepala dinas daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk eksportir yang menggunakan gudang di luar lokasi kantor pusat;
      4. rekomendasi dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pengurus Daerah Setempat dan/atau Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pusat;
      5. pernyataan memiliki atau menguasai sarana/peralatan untuk melakukan kegiatan usahanya;
      6. pernyataan memiliki atau menguasai tempat penyimpanan obat hewan yang dapat menjamin terjaganya mutu; dan
      7. pernyataan mempunyai tenaga dokter hewan atau apoteker yang bekerja tetap sebagai penanggung jawab teknis.
    3. produsen:
      1. rekomendasi dari kepala dinas daerah provinsi dan kabupaten/kota;
      2. rekomendasi dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pengurus Daerah setempat dan/atau Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pusat;
      3. rekomendasi dari kepala dinas daerah provinsi dan kabupaten/kota di tempat lokasi kantor pusat perusahaan yang bersangkutan apabila lokasi pabrik dan kantor berada dalam satu provinsi;
      4. rekomendasi dari kepala dinas daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk produsen yang mempunyai pabrik di luar lokasi kantor pusat; dan
      5. pernyataan mempunyai tenaga dokter hewan dan apoteker yang bekerja tetap sebagai penanggung jawab teknis.

Komitmen sertifikat cara pembuatan obat yang baik berisi kesanggupan menyampaikan:

  1. sertifikat pelatihan cara pembuatan obat hewan yang baik;
  2. lay out pabrik; dan Sertifikat cara pembuatan obat yang baik diterbitkan berdasarkan Komitmen

Biaya

Tidak Dikenakan Biaya (Gratis)

Waktu

5 (lima) Hari Kerja

Keterangan

Standar Operasional Prosedur

SOP Izin Usaha Obat Hewan.pdf

Berikan Rating
Apakah Anda puas dengan penjelasan Pelayanan Publik yang kami sampaikan ?

Tidak Puas

Puas

Sangat Puas

Penilaian Anda sangat berguna untuk meningkatkan kualitas konten kami.

Jenis Perizinan